BATANG, – SMP Negeri 2 Subah semakin menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Batang. Dengan mengusung program literasi sebagai salah satu fokus utama, sekolah ini optimis dapat meraih predikat sekolah terbaik di tingkat kabupaten. Rabu, (26/02/2025).
Program literasi yang diterapkan di SMPN 2 Subah bukan sekadar gerakan membaca biasa. Sekolah ini telah mengembangkan berbagai inovasi, seperti Gerakan Literasi Sekolah (GLS), Pojok Baca Digital, dan Program Satu Buku Satu Siswa, yang mendorong seluruh peserta didik untuk aktif membaca dan menulis. Selain itu, berbagai lomba menulis, bedah buku, serta diskusi literasi rutin juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan budaya literasi di lingkungan sekolah.

Ketika dikonfirmasi, Kepala SMP N 2 Subah, Mokh Darsono, S.Pd.,M.M., menjelaskan bahwa program unggulan lokal sekolah ini adalah di bidang literasi-kemampuan. Program ini tidak hanya mendorong peserta didik untuk aktif dalam literasi, tetapi juga berhasil menciptakan kreasi dari bapak dan ibu guru dalam mengeksplorasi karya mereka dalam bentuk buku.
“Kami ingin membangun ekosistem literasi yang kuat di sekolah, bukan hanya bagi siswa, tetapi juga bagi para pendidik. Dengan adanya karya-karya yang dihasilkan oleh guru, ini bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi siswa untuk lebih mencintai dunia literasi,” ungkapnya. Lebih lanjut, Mokh Darsono berharap SMP N 2 Subah dapat menjadi sekolah rujukan literasi di Kabupaten Batang. “Kami ingin menjadikan sekolah ini sebagai pusat pengembangan literasi yang bisa menjadi contoh bagi sekolah lain. Dengan budaya literasi yang kuat, kami yakin dapat mencetak generasi yang lebih kritis, kreatif, dan berdaya saing tinggi,” tambahnya.
Dewi Setyaningrum, S.Pd.,M.Pd., salah satu guru kelas di SMP N 2 Subah, juga mengungkapkan rasa bangganya bisa ikut berperan aktif dalam program literasi di sekolah ini. “Saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari gerakan literasi di SMP N 2 Subah. Program ini tidak hanya meningkatkan minat baca siswa, tetapi juga memberi kesempatan bagi guru untuk berkarya,” ujarnya.

Berkat program ini, Dewi Setyaningrum telah berhasil menerbitkan tujuh judul buku yang telah mendapatkan ISBN (International Standard Book Number). ISBN adalah kode pengenal unik yang diberikan pada setiap buku yang diterbitkan secara resmi, sehingga buku tersebut dapat diidentifikasi secara internasional dan masuk dalam sistem katalog perpustakaan serta penerbitan global.
Keberhasilan program ini juga didukung oleh peran aktif para guru, siswa, dan orang tua, serta kerja sama dengan berbagai pihak, seperti perpustakaan daerah dan komunitas literasi. Dengan capaian yang terus meningkat, SMP N 2 Subah optimis dapat meraih predikat sekolah terbaik di Kabupaten Batang dan menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk terus mengembangkan budaya literasi. (Ant)















