TRIBUNHITS,JAKARTA — Tahun ajaran baru 2026/2027 dimulai. Sejumlah sekolah di berbagai wilayah menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi para siswa baru, termasuk SMK Islam Bahagia yang berlokasi di Jalan Persima Raya Nomor 15, Kali Anyar, Kecamatan Tambora, Jakarta.
MPLS digelar serentak pada 13-17 Juli 2026. Namun, di SMK Islam Bahagia, kegiatan pengenalan lingkungan sekolah tidak hanya diisi dengan pengenalan sistem pendidikan dan lingkungan sekolah. Sekolah juga melibatkan tiga pilar di wilayah Kecamatan Tambora untuk memberikan pembekalan kepada para siswa baru.
Sebanyak 215 siswa tercatat sebagai peserta didik baru SMK Islam Bahagia tahun ini. Kepala SMK Islam Bahagia, Lilis, mengatakan keterlibatan tiga pilar dalam kegiatan MPLS penting untuk membentuk mental dan kepribadian siswa.
“Keterlibatan tiga pilar sangat penting untuk membentuk mental dan kepribadian para siswa,” ujar Lilis.
Dalam kegiatan tersebut, Lilis bersama Fuji dan Iis dari bidang kesiswaan menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kecamatan Tambora, Deny.
Menurut Lilis, kehadiran unsur tiga pilar diharapkan dapat memberikan arahan sekaligus imbauan kepada siswa baru agar mampu menjaga sikap dan perilaku selama berada di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Ia berharap, pembinaan sejak awal masa sekolah dapat membentuk mental dan kepribadian siswa menjadi lebih baik.
Lilis menekankan bahwa ketertiban di lingkungan sekolah tidak hanya menjadi tanggung jawab guru dan pihak sekolah.
Menurut dia, ketertiban akan tercipta apabila para siswa mampu menjaga persahabatan, menjauhi perundungan atau bullying, tidak terlibat narkoba, serta ikut menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
“Jika empat sikap tersebut dapat ditanamkan dalam diri setiap siswa, ketertiban sekolah akan tercipta,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kasatpol PP Kecamatan Tambora, Deny, memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Ia juga menjelaskan kepada para siswa tentang pemilahan sampah berdasarkan jenisnya.
Ada empat kategori sampah yang perlu dipahami dan dipilah. Pertama, sampah organik, yakni sampah yang dapat terurai secara alami. Kedua, sampah anorganik yang tidak mudah terurai secara alami. Ketiga, sampah bahan berbahaya dan beracun atau B3. Keempat, sampah residu yang tidak termasuk dalam tiga kategori sebelumnya.
Deny juga mengingatkan para siswa untuk menjauhi bullying, narkoba, dan tawuran. Ia meminta para siswa tidak menjadikan masa muda sebagai ruang untuk melakukan tindakan yang dapat merusak masa depan.
“Jangan membully teman sendiri dan jauhi narkoba karena semua itu akan merugikan masa depan. Sebagai pelajar dan generasi penerus, kalian tentu memiliki cita-cita yang ingin dicapai. Hindari juga tawuran,” kata Deny.
Menurut dia, masa sekolah semestinya menjadi fase untuk membangun karakter, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan masa depan. Karena itu, para siswa diminta tidak mudah terjerumus dalam perilaku yang dapat menghambat cita-cita mereka.
Kegiatan MPLS tersebut ditutup dengan ucapan terima kasih dari Deny kepada seluruh siswa yang telah mengikuti kegiatan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada SMK Islam Bahagia yang telah melibatkan unsur tiga pilar dalam kegiatan pengenalan lingkungan sekolah.
Deny berharap kolaborasi antara dunia pendidikan dan tiga pilar di wilayah Kecamatan Tambora dapat terus terjalin.
“Semoga kolaborasi dan sinergitas antara dunia pendidikan dengan tiga pilar tetap terjalin ke depannya,” ujar Deny.
(Har)













