TRIBUNHITS,BATANG – Menyusul beredarnya pemberitaan di sejumlah media terkait kasus “Uang Wakil Ketua DPRD Batang Hilang Akibat Klik File APK”, pihak Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Batang memberikan penjelasan resmi dan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan siber bermodus file APK.
Pemimpin Kantor Cabang BRI Batang, Maradong Enrico William, menyampaikan bahwa BRI telah melakukan investigasi menyeluruh atas pengaduan nasabah dimaksud. Berdasarkan hasil penelusuran, kejadian tersebut merupakan tindak kejahatan penipuan online atau social engineering dengan modus pengiriman dan pengunduhan file APK.
“BRI sangat menyesalkan kejadian tersebut. Nasabah adalah korban tindak kejahatan penipuan online. Kami berempati atas apa yang dialami nasabah,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Meski demikian, BRI menegaskan bahwa mekanisme penggantian kerugian hanya dapat dilakukan apabila kerugian tersebut terbukti diakibatkan oleh kelalaian atau gangguan pada sistem perbankan. Dalam kasus ini, hasil investigasi menunjukkan bahwa kejadian bermula dari aksi social engineering yang memanfaatkan kelengahan korban.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan transparansi, pihak BRI telah menemui nasabah pada Kamis (22/01/2026) dan kembali melakukan pertemuan pada Senin (09/02/2026) guna menjelaskan secara rinci kronologis terjadinya kehilangan dana.
Lebih lanjut, BRI mengingatkan seluruh nasabah agar tidak mengunduh, menginstal, maupun mengakses aplikasi tidak resmi yang berpotensi membahayakan keamanan data pribadi dan perbankan. Nasabah juga diminta untuk selalu menjaga kerahasiaan informasi penting seperti nomor rekening, nomor kartu, PIN, user ID, password, serta kode OTP, dan tidak membagikannya kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengatasnamakan BRI.
BRI menegaskan bahwa modus penipuan social engineering tidak hanya terjadi pada satu bank tertentu, melainkan dapat terjadi di industri perbankan mana pun apabila nasabah tidak berhati-hati dalam menjaga data pribadinya.
Sebagai langkah pencegahan, BRI mengimbau masyarakat untuk hanya mengakses informasi melalui saluran resmi yang telah terverifikasi, yakni website www.bri.co.id serta akun media sosial resmi @bankbri_id (Instagram dan TikTok), @bankbri_id, @kontakbri, dan @promo_BRI (Twitter/X), Facebook Bank BRI, serta YouTube Bank BRI.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat mengunjungi kantor BRI terdekat atau menghubungi Contact BRI di 1500017.
Dengan meningkatnya modus kejahatan siber, BRI kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan sistem perbankan sekaligus mengajak masyarakat untuk menjadi garda terdepan dalam melindungi data dan transaksi keuangan pribadi. (Red)














