TRIBUNHITS,BATANG — Di balik padatnya jadwal seorang kepala daerah, waktu rupanya masih bisa dipangkas untuk urusan silaturahmi. Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, pemimpin muda yang dikenal progresif, meluangkan waktu berharga untuk menerima kunjungan perwakilan Firma Hukum GDEZ (Gino Didik Ekawijaya Zaky dan Partner) pada Rabu, 6 November 2025.
Pertemuan yang dilabeli “silaturahmi” ini jauh dari sekadar basa-basi. Ini adalah sinyal. Sinyal bahwa kepemimpinan muda di Batang—yang getol dengan kebijakan yang diklaim berpihak pada masyarakat—membuka karpet merah bagi kolaborasi dengan profesional di luar birokrasi, terutama praktisi hukum.
Didik Wahyudi, Direktur Firma Hukum GDEZ, tak menampik agenda utama mereka adalah menjajaki potensi kerja sama strategis. “Kami mengapresiasi kesediaan Bapak Bupati Faiz. Silaturahmi ini adalah komitmen GDEZ untuk tak sekadar fokus pada litigasi, tapi juga berhasrat terlibat aktif dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang baik dan transparan di Batang,” ujar Didik usai pertemuan.
Faiz Kurniawan, yang selalu menekankan pentingnya pondasi hukum yang kuat dalam setiap kebijakan, menyambut baik inisiatif para advokat muda ini. “Pemerintahan yang baik butuh pondasi hukum yang kuat,” tegas Bupati Faiz.
Ia berharap, komunikasi ini segera beralih rupa menjadi aksi konkret: konsultasi hukum mendalam, terutama terkait isu-isu krusial seperti investasi dan peningkatan pelayanan publik. Sebuah indikasi bahwa kepala daerah melihat advokat bukan hanya sebagai pemadam kebakaran masalah, melainkan sebagai konsultan preventif.
Kunjungan Firma Hukum GDEZ ke Kantor Bupati Batang ini menegaskan satu hal: Batang di bawah kepemimpinan Faiz Kurniawan bergerak menuju keterbukaan dan sinergi lintas profesi. Keterlibatan komunitas hukum dalam mengawal birokrasi diharapkan menjadi kunci menuju pemerintahan yang lebih adil, transparan, dan, tentu saja, lebih maju. (Ant)














