BATANG– Inovasi produk ecoprint dari Koordinator Wilayah (Korwil) 6 Batang semakin menarik perhatian dunia. Baru-baru ini, hasil karya perajin ecoprint dari daerah tersebut berhasil mencuri perhatian Asosiasi Dejavato, sebuah organisasi asal Perancis yang bergerak di bidang seni, budaya, dan pertukaran sosial. Sabtu, (8/02/2025)
Sebagai bentuk ketertarikan yang lebih dalam, salah satu perwakilan dari Asosiasi Dejavato, Mrs. Jeanne, melakukan kunjungan langsung ke Batang untuk melihat dari dekat proses pembuatan ecoprint. Dalam kunjungannya, ia berkesempatan belajar langsung dari para pengrajin mengenai teknik pewarnaan alami yang memanfaatkan dedaunan dan tanaman lokal.
“Saya sangat terkesan dengan proses pembuatan ecoprint di sini. Ini adalah seni yang luar biasa karena tidak hanya menciptakan motif yang indah, tetapi juga sangat ramah lingkungan. Produk ini memiliki potensi besar untuk dipasarkan di Eropa,” ujar Mrs. Jeanne saat mengamati proses penataan daun di atas kain sebelum dilakukan perebusan.

Selain mengamati, Mrs. Jeanne juga mencoba langsung membuat ecoprint dengan bimbingan para perajin lokal. Ia mengaku kagum dengan teknik tradisional yang masih dipertahankan serta kreativitas dalam menciptakan pola yang unik dan eksklusif pada setiap kain.
Ketertarikan Asosiasi Dejavato terhadap produk ini berawal dari pameran kerajinan yang diadakan di Jakarta. Setelah melihat langsung proses pembuatannya, mereka semakin yakin akan potensi produk ecoprint Batang untuk menembus pasar internasional.
Anggota Korwil 6 Dari Asosiasi Ecoprint Indonesia di Kabupaten Batang, Tazus Salimah ketika dikonfirmasi mengungkapkan rasa bangganya atas perhatian yang diberikan oleh organisasi internasional tersebut. Menurutnya, kunjungan ini menjadi langkah awal dalam membangun hubungan kerja sama yang lebih erat.
“Kami sangat bersyukur dan bangga bahwa produk ecoprint dari Batang bisa menarik perhatian Asosiasi Dejavato. Ini adalah bukti bahwa karya para perajin lokal memiliki nilai seni tinggi dan berpotensi besar di pasar internasional. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berkembang, tidak hanya dalam bentuk pemasaran, tetapi juga pertukaran ilmu dan teknologi,” ujar Tazus Salimah.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran Mrs. Jeanne menjadi motivasi besar bagi para perajin untuk terus meningkatkan kualitas dan inovasi produk mereka. Dengan dukungan dari berbagai pihak, Korwil 6 Batang berencana memperluas jaringan kerja sama dengan komunitas internasional, serta menjajaki peluang ekspor ke Eropa.
Saat ini, Korwil 6 Batang tengah mempersiapkan langkah strategis untuk memperkuat kerja sama dengan Asosiasi Dejavato, termasuk menjajaki kemungkinan pengiriman produk ke Perancis serta kolaborasi dalam bentuk pelatihan dan pertukaran budaya.
Diharapkan, dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, ecoprint dari Batang tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga dapat bersaing di pasar global dan membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. (Red)
















