Kebijakan Baru Donald Trump: Tarif Impor Panel Surya Asia Capai Ratusan Persen

oleh
oleh
banner 468x60

Tribun Hits – Presiden Donald Trump menetapkan tarif impor tinggi terhadap produk panel surya dari Indonesia, India, dan Laos. Kebijakan itu diumumkan oleh Departemen Perdagangan Amerika Serikat pada Rabu (25/2).

Dalam pernyataannya, Departemen Perdagangan AS menetapkan tarif sementara sebesar 125,87 persen untuk panel surya asal India. Sementara itu, produk dari Indonesia dikenakan bea masuk imbalan (countervailing duty) dalam kisaran 86 hingga 143 persen, sedangkan Laos dikenakan tarif sekitar 81 persen.

banner 336x280

Pemerintah AS menilai produk panel surya dari ketiga negara tersebut mendapat subsidi pemerintah yang dianggap tidak adil. Subsidi itu disebut membuat eksportir mampu menekan harga sehingga lebih kompetitif dibandingkan produsen dalam negeri AS.

Laporan dari Bloomberg menyebutkan, kebijakan tarif ini bertujuan mendorong pertumbuhan industri panel surya domestik di Amerika Serikat. Namun di sisi lain, langkah tersebut berpotensi meningkatkan ketidakpastian industri dan menaikkan biaya bagi produsen maupun konsumen.

Data menunjukkan India, Indonesia, dan Laos menyumbang sekitar 57 persen dari total impor panel surya ke AS pada semester pertama 2025. Khusus India, nilai impor panel surya ke AS pada 2024 mencapai sekitar 792,6 juta dolar AS, meningkat tajam dibandingkan 2022.

Penetapan tarif ini juga berkaitan dengan keluhan produsen panel surya AS yang sebelumnya menggugat dugaan praktik dumping. Mereka menuduh produsen China membanjiri pasar AS dengan produk murah yang diproduksi melalui fasilitas di sejumlah negara Asia, termasuk Indonesia. Gugatan tersebut mendorong Komisi Dagang Internasional Amerika Serikat melakukan penyelidikan terkait praktik anti-dumping dan subsidi.

Tarif impor panel surya ini tidak terkait dengan kebijakan tarif global Trump lainnya yang sempat dibatalkan oleh Mahkamah Agung AS. Setelah putusan tersebut, Trump kembali mengumumkan tarif baru sebesar 10 persen untuk semua impor ke AS, bahkan membuka kemungkinan kenaikan hingga 15 persen.

Kebijakan terbaru ini menambah ketegangan dalam perdagangan internasional sektor energi terbarukan, sekaligus memberi dampak bagi eksportir panel surya dari Indonesia dan negara Asia lainnya. Industri pun kini menunggu langkah lanjutan pemerintah dan pelaku usaha untuk merespons kebijakan tersebut.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.