TRIBUNHITS,PEKALONGAN – Di bawah terik matahari pagi, halaman warga RT 04 RW 15 Kelurahan Setono, Pekalongan Timur, tampak ramai oleh deretan polybag berisi bibit sayuran. Sekitar 1.000 bibit mulai dari cabai, terong, kangkung hingga sawi dibagikan dan ditanam bersama dalam kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), Jumat (7/9/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kabid Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kota Pekalongan, Moh. Karmani, SSTP, MM, yang hadir mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan. Turut mendampingi sejumlah pejabat daerah, di antaranya perwakilan Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Olahraga, Camat Pekalongan Timur, Lurah Setono, Ketua TP PKK serta paguyuban ketua RT dan Rw serta tokoh KRPL Setono, tokoh masyarakat, dan warga sekitar.
Dalam sambutannya, Karmani menyebut program KRPL sebagai langkah konkret pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis rumah tangga. “Kemandirian pangan tidak selalu harus dimulai dari lahan luas. Dari pekarangan pun, kita bisa menanam dan menghasilkan pangan yang beragam, bergizi, serta berkelanjutan,” ujarnya.
Program KRPL, kata Karmani, membawa semangat agar masyarakat tidak hanya sekadar menanam, tetapi juga memahami nilai ekonomi di baliknya. “Selain untuk mencukupi kebutuhan keluarga, hasil pekarangan bisa menjadi sumber tambahan pendapatan,” tambahnya.
Harapan itu sejalan dengan tujuan besar KRPL: membangun ketahanan dan kesejahteraan keluarga melalui optimalisasi pekarangan. Program ini dirancang untuk:
1. Memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga lewat budidaya sayuran dan buah-buahan lokal.
2. Mendorong peningkatan pendapatan rumah tangga dari hasil panen pekarangan.
3. Mengedukasi masyarakat agar mengonsumsi pangan beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA).
4. Mewujudkan kemandirian pangan keluarga berbasis sumber daya lokal.
5. Menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.
Camat Pekalongan Timur yang turut hadir berharap kegiatan ini menjadi awal kebangkitan gerakan pangan mandiri di tingkat kelurahan. “Jika setiap rumah menanam, bukan tidak mungkin kita bisa menekan biaya hidup dan menjaga ketahanan pangan di masa sulit,” ujarnya.
Sementara itu, sejumlah warga tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Bagi mereka, menanam bukan sekadar rutinitas baru, tetapi juga wujud gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Di tengah mahalnya harga bahan pangan, upaya sederhana seperti ini menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan sesungguhnya bisa dimulai dari langkah kecil dari halaman rumah sendiri. (Red).













